Prasetyo Corporation

My Dream, My World and My Inspiration

Gong Xi Fat Choi dan Antri Angpau

Posted by chinop on January 26, 2009

Antri Angpau

Antri Angpau

Wah senangnya, setelah sekian lama bertapa akhirnya bisa kembali menulis. Pas kebetulan hari ini tahun baru China, saya coba sedikit memberi komentar mengenai peristiwa yang sering terjadi pada saat “Gong Xi Fat Choi” dirayakan, apalagi kalau bukan antri angpau.

Memberi angpau bisa diartikan secara sederhana sebagai membagi-bagi rezeki, kaum etnis Tionghoa tahu benar bahwa bagi-bagi berkat itu wajib hukumnya. Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki yang telah dilimpahkan selama 1 tahun kemarin juga mengandung makna harapan agar di tahun mendatang, rezeki akan makin lancar dan datang lebih banyak lagi. Maka tidak heran jika pada setiap perayaan Tahun Baru China, masyarakat keturunan ini akan berkumpul bersama di rumah orangtua atau saudara tertua mereka untuk makan bersama dan tentunya membagi-bagikan angpau. Angpau biasanya diberikan dari orangtua kepada anak-anaknya, atau dari yang sudah bekerja kepada yang belum. Dari sini terlihat suasana kekerabatan dan kebersamaan yang terpancar dari rona wajah si pemberi maupun si penerima angpau. Hal ini juga salah satu penyebab, mengapa ikatan kekerabatan diantara kaum keturunan begitu kental dan kuat.

Tidak hanya membagikan angpau pada kerabat saja, tetapi yang lebih mengharukan lagi, mereka mau berderma pada masyarakat miskin yang bukan keturunan. Maka tidak heran pada setiap perayaan Gong Xi Fat Choi di klenteng-klenteng, akan banyak orang miskin antri menunggu pembagian jatah angpau. Bayangkan dalam satu hari itu, berapa banyak uang yang disumbangkan bagi para dhuafa yang terlihat dari membludaknya jumlah orang yang mengantri di masing-masing klenteng.

Seringkali ketika melihat fenomena ini, ada perasaan haru bercampur sedih juga di benak saya. Ketika membayangkan apa yang terjadi pada peristiwa tahun 1998, dimana banyak kaum keturunan yang dianiaya, disiksa dan mati sia-sia hanya karena kebrutalan semata. Sebagai keturunan asli Indonesia, di satu sisi saya merasa malu atas perlakuan yang pernah dibuat warga pribumi terhadap warga keturunan Tionghoa. Terlepas dari apa yang pernah dilakukan terhadap mereka, kini warga keturunan itu bangkit kembali dan justru sanggup berbagi rezeki pada warga pribumi yang kurang mampu.

Dengan tidak mencoba untuk melihat fenomena ini dari satu sudut pandang saja,  ada baiknya kita bersama merenungkan kembali arti Indonesia ini sebagai bangsa yang bersatu dan tidak membedakan dari mana warga negaranya berasal. Dengan meresapi itu, tentunya kecurigaan dan kesalahpahaman antar etnis tidak akan terjadi di bumi tercinta ini. Mengutip dari perkataan Bung Karno bahwa Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa pahlawannya, maka kita sebagai satu bangsa yang besar harus mampu juga menghargai perbedaan yang ada dan bersatu untuk mewujudkan Indonesia Jaya.

“Gong Xi Fat Choi” buat rekan-rekan yang merayakan, semoga di tahun baru ini makin diberkati dan diberi rezeki yang cukup oleh Yang Maha Kuasa.

One Response to “Gong Xi Fat Choi dan Antri Angpau”

  1. Hi, cool post. I have been pondering this issue,so thanks for posting. I will likely be coming back to your blog. Keep up the good work

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>